Showing posts with label blogging. Show all posts
Showing posts with label blogging. Show all posts
Showing posts with label blogging. Show all posts
Showing posts with label blogging. Show all posts
Sunday, July 02, 2017

17 comments

 
Avatar

Cara menampilkan foto avatar pada kolom komentar atau post comment Wordpress. 


Saat berkunjung ke sebuah blog, pada bagian komentar biasanya terdapat gambar profil dari si komentator.

Namun diantara komentator ada juga yang tidak menggunakan gambar profil (kalo di facebook lebih dikenal dengan nama profile pic, di Twitter dikenal dengan sebutan ava, di BBM jadul disebut display picture, di forum-forum lebih akrab disebut Avatar dan sebagainya)

Contoh komentar tanpa menggunakan gambar profil seperti ini :
tanpa menggunakan avatar
tanpa Avatar

Dan ini komentar yang menggunakan gambar profil.

Untuk singkat nulisnya kita sebut saja avatar.

menggunakan avatar
Menggunakan Avatar

Diantara contoh diatas, kira-kira mana yang lebih menarik?
... tentu yang menggunakan avatar bukan?

Karena avatar adalah tampilan/wujud diri kita di dunia maya agar lebih mudah dikenal dan gampang diingat.

Kali ini saya coba bahas cara menampilkan avatar pada kolom komentar Wordpress.

Wordpress - baik itu dot com mau pun selfhosted - menggunakan layanan Gravatar untuk menampilkan gambar avatar tersebut.

Mengupload foto atau gambar pada bagian profile di blog Wordpress (com dan self hosted) tidak serta merta menjadikannya avatar - yang akan muncul saat memberikan atau membalas komentar.

Untuk dapat menampilkan avatar di blog berbasis Wordpress kita harus menggunakan layanan Gravatar.

Untuk itu kita harus memiliki sebuah akun Gravatar

Caranya mudah dan pengaturannya cukup sekali saja.

Yang harus disediakan hanya email yang biasa anda gunakan untuk berkomentar saat blog walking.

Karena email inilah sebagai "tanda pengenal" - yang akan menampilkan avatar saat memberikan komentar pada blog berbasis Wordpress.



Mari kita mulai...

Buat sebuah akun dengan mendaftar di Gravar

1. Sign up

gravatar


2. Isi sesuai data anda. Ingat, gunakan email yang biasa anda gunakan untuk berkomentar.

gravatar


 3. Dengan mendaftar di Gravatar, anda otomatis mempunyai sebuah akun Wordpress.com - hanya akun - bukan blog.

gravatar


 4. Upload foto atau gambar pilihan anda yang ingin dijadikan avatar. Foto atau gambar tersebut yang akan tampil bersanding dengan komentar anda.

gravatar


5. Pilih folder dimana foto atau gambar tersebut berada.

gravatar

6. Gravatar menggunakan ukuran square. Crop atau potong gambar sesuai yang diinginkan.

gravatar


7. Tentukan rating avatar anda. Pilih "G" (kategori semua umur) agar avatar bisa tampil di semua blog.

rating avatar

8. Avatar anda sudah jadi dan akan tampil saat memberikan komentar di blog berbasis Wordpress atau blog yang menggunakan layanan Gravatar. Oh ya, jangan lupa melengkapi bagian profile pada akun Gravatar anda.

Cara menggunakan.

Anda tidak harus login pada situs Gravatar saat memberikan komentar. Cukup hanya mencantumkan email yang terdaftar di Gravatar.

Perbandingan

Untuk menampilkan avatar pada komentar blog berbasis Blogger.com, selain harus mempunyai akun Gmail,  anda juga harus kembali mengunggah foto anda pada profile Blogger - dengan mengunjungi Blogger.com.

Blogger tidak menggunakan gambar profil pada Gmail atau Google+ .kecuali blog tersebut menggunakan sistem komentar Google+ .

... dan, anda pun harus tetap dalam keadaan login Gmail untuk bisa memberikan komentar menggunakan profil Blogger.com.

Hm, sepertinya untuk menampilkan avatar lebih simpel pada blog Wordpress ya.


Bagaimana menurut anda?

Selengkapnya
Friday, April 21, 2017

72 comments
Selain menulis konten..
Hal yang paling membuat pusing sebagian blogger adalah bagaimana caranya agar traffic blog meningkat.

Apalagi bagi blogger yang telah memonetize blognya.
Kekurangan traffic jelas beresiko pada kurangnya pendapatan.

... karena sebagus apa pun konten, No traffic = No money.

Oke..
Yang akan kita gunakan untuk mempromosikan blog dan mendatangkan traffic kali ini adalah dengan menggunakan layanan dari Sniply.

Sniply pada dasarnya adalah layanan penyingkat url seperti bit.ly , goo.gl, link.is dan lainnya.
Bedanya, Sniply mempunyai fitur call to action yang benar-benar nampak natural menyatu dengan konten yang kita bagikan. Tampilannya seperti fungsi popular post pada blog.

... kira-kira seperti ini..

Misalnya, ada sebuah berita viral yang lalu lalang di timeline sosmed anda. Katakanlah berita viral tersebut tentang seorang selebritis yang ketahuan berselingkuh. Padahal doi baru saja menikah dan punya anak.

Ini misalnya loh ya.. 

Nah kebetulan anda juga mempunyai sebuah tulisan di blog dengan tema selingkuh, misalnya berjudul...  "10 tips jitu agar aman berselingkuh " atau... "Anda bisa ketahuan selingkuh bila tidak melakukan 1001 cara ini "

Kedua konten tersebut "related" dan dapat disatukan dalam sebuah frame Sniply untuk memancing traffic ke blog anda.

Saat ada yang kepo dengan artikel yang anda bagikan tadi (tentang si artis) , otomatis fitur call to action menuju artikel anda tampil pada bagian bawah.

Sniply - Cara promosi dan tingkatkan trafik blog secara gratis

Selengkapnya
Saturday, April 08, 2017

30 comments
Cara Install Wordpress Self-Hosted Tanpa Auto Installer (Manual). Sebelum kita melangkah ke sesi utama, uji coba install wordpress self host di server hosting secara manual tanpa auto installer seperti Softaculous, saya ingin mengupas sedikit jenis layanan Wordpress sering digunakan.

Apa itu Wordpress?

Wordpress adalah salah satu Content Managemen System (CMS) berbasis bahasa pemograman PhP dan MySQL yang sedang populer saat ini. Gratis dan open source.
WordPress is open source software you can use to create a beautiful website, blog, or app.

Cara Install Wordpress Self Hosted


Ada beberapa jenis Wordpress yang umum digunakan, diantaranya..

1. Wordpress free / gratis
Layanan bogging gratis dari Wordpress.com.  Cocok buat yang gemar menulis dan hanya fokus pada konten tanpa harus pusing dengan biaya atau pengaturan ini dan itu.

2. Wordpress custom domain
Ini adalah upgrade dari versi gratis.
Menggunakan domain anda menggantikan subdomain dari Wordpress. Dikenakan biaya tambahan untuk bisa menggunakan custom domain. 

3. Wordpress Self Hosted
Nah... Wordpress Self Hosted ini yang akan kita coba.
Berbeda dengan dua layanan sebelumnya, layanan Wordpress Self Hosted tidak melibatkan Wordpress.com sebagai penyedia layanan blogging.
Kita sendiri yang harus menyediakan dan mengatur semuanya, mulai dari nama domain hingga server hosting.

Apa yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan Wordpress Self-Hosted?

1. Domain, sebagai alamat blog anda.
2. Webhosting, sebagai rumah dari blog anda.

Kini banyak penyedia hosting (berbayar dan gratisan) telah menyediakan cara install Wordpress secara auto dengan menggunakan Auto Installer seperti Softaculous.
Cepat dan sangat mudah digunakan, klik klik klik sim salabim langsung jadi.

Tapi bukan itu yang akan kita lakukan...
Bukan dengan cara install Wordpress dengan bantuan Auto Installer.

Kita akan lakukan secara manual...

Kenapa secara manual?
Karena pesan orang-orang tua dulu, segala sesuatu yang instan itu gak lama... #halah #apaan sih

Just kidding bun...

Apakah bunda blogger juga tertarik menggunakan Wordpress Self Hosting?

Yang paling sering saya baca, banyak yang ingin menggunakan Wordpress Self Hosting tapi berujung kalimat "duh ribet, gak ngerti dan lain lain, etc"

Baca juga : Ingin Migrasi dari Blogger ke Wordpress? Baca ini dulu.

Bunda, santai saja...
Install Wordpress Self Hosted di hosting tidak sesulit yang dibayangkan.

Tidak perlu menjadi seorang ahli coding.

Lakukan uji coba ini secara perlahan, gak usah takut error...
Kalo error ya ulangi lagi, namanya juga uji coba hehe

Oke kita mulai dari awal...

Yang pertama, kita membutuhkan Software Wordpress terbaru.
Bisa didownload secara gratis di sini : https://wordpress.org/download/

Ada 2 format pilihan : zip dan tar.gz . 
Agar lebih familiar dalam uji coba ini saya menggunakan extensi ZIP. 
Sebenarnya lebih ringan menggunakan ekstensi tar.gz pada server yang berbasis Linux. 

Yang kedua, kita membutuhkan nama Domain.
Kita lewati langkah ini, karena terkait pengaturan domain biasanya dilakukan oleh pihak hosting saat membeli paket sewa hosting.

Dan yang terakhir, kita membutuhkan sebuah Server Web Hosting.
Untuk test drive uji coba install Wordpress Self Hosted ini kita gunakan hosting gratis dari ByetHost.
Saya memilihnya secara acak, ini bukan pesan sponsor.

Saya memilih Byethost karena pada paket gratisan kita dapat menggunakan File Manager cPanel .  Beberapa web hosting gratis tidak mengizinkan menggunakan fasilitas File Manager cPanel pada paket gratisnya. Harus upgrade ke paket berbayar.

Oh ya, nama domain yang akan kita gunakan adalah subdomain yang diberikan oleh Byethost saat mendaftar.

Lanjut ya... tidak perlu tergesa gesa, Belanda masih jauh..
Bunda baca secara perlahan dan lakukan secara bertahap.

Selengkapnya
Saturday, February 18, 2017

4 comments
Selain kualitas konten, kecepatan loading sebuah website atau blog ternyata sangat besar pengaruhnya.
Ada beberapa tools online yang bisa kita gunakan untuk mengetahuinya. 
 
Speed and Blog Page Size


Salah satu rutinitas saya adalah blog walking.
Karena melalui jalan-jalan ke blog rekan blogger, saya bisa dapat banyak informasi bermanfaat.
Saya suka membaca artikel mengenai tips parenting, resep lezat kuliner, review produk kecantikan, traveling, tips-tips berguna dan lain lain.

Tapi terkadang saat mengakses sebuah blog saya harus bersabar karena artikel yang ingin saya baca itu membutuhkan waktu loading yang cukup lama untuk tersaji secara utuh.

Mungkin karena kecepatan koneksi internet saya yang butut..
Ditambah, mungkin, blog yang saya kunjungi tersebut memiliki gambar atau foto HD yang sudah pasti ukurannya filenya besar.

Apalagi jika terkoneksi dengan postingan Instagram, Flickr, Youtube, Twitter, Facebook dan lainnya.

Malah saya pernah mengunjungi sebuah blog yang langsung muter lagu  ketika dikunjungi , aaiih canggiiiih :))

Tapi beraaat bookk -__-


Google pun menyarankan agar pemilik blog atau website dapat mengoptimalkan kecepatan loading blog atau websitenya. Tujuannya jelas untuk memanjakan dan menghargai waktu pengunjung.

Bahkan sejak setahun lalu Google telah mengembangkan project yang bernama Accelerated Mobile Pages (AMP) , yang secara garis besar, untuk membangun halaman web yang super cepat bagi pengguna mobile.

AMP Project - Google
Image: https://www.ampproject.org/

Setiap orang, pasti males mengunjungi situs web / blog yang "lola" a.k.a loadingnya lammaaa.

Malah menurut Google dan beberapa survey di Amerika, pengunjung akan langsung membatalkan niatnya dan klik "close" jika situs tersebut membutuhkan waktu full loading lebih dari 3 detik.

Kini tehnik SEO pun juga bukan hanya sekedar berkurtat pada konten ciamik, tetapi juga sangat memperhatikan kecepatan loading halaman.

Lalu bagaimana caranya mengetahui ukuran page size dan kecepatan loading blog kita?

Google menyediakan tools yang bernama GOOGLE SPEED TEST , yang berguna untuk memeriksa apa-apa saja yang harus diperhatikan oleh setiap pemilik situs.

Kunjungi :  https://developers.google.com/speed/pagespeed/insights/
Lalu ketikkan alamat blog atau web...
Selanjutnya tools akan memberikan hasil analisa kecepatan blog anda.
Mulai dari kecepatan akses melalui desktop, mobile, hingga peringatan jika ada suatu source yang menghambat laju web.

Jika berwarna merah, artinya harus segera diperbaiki.

Selain itu, tools untuk mengetahui jumlah page size dan waktu loading blog, kita juga dapat gunakan GTMETRIX .

GTMETRIX akan memberikan laporan ukuran pagesize dan apa saja yang harus diperbaiki.

Selanjutnya kita menuju VARVY , sama seperti dua tools diatas.
Varvy juga akan memberikan laporan hal apa saja yang harus kita perhatikan dan perbaiki termasuk yang berhubungan dengan SEO.

Salah satu tools yang menjadi favorit para blogger Indonesia adalah CHKME .
Disini kita bisa mengecek berapa kira-kira skor SEO.  Laporan analisa tag judul, deskripsi, kata kunci, penggunaan heading, iframe dan lainnya akan tersaji.

Atau mau yang lebih "ganas"? Kunjungi SEOCENTRO , Seo Web Analizer  , atau Small Seo .

Ada sebuah pertanyaan...
Seandainya ada dua blog yang membahas konten sama, mutu yang sama namun kecepatan berbeda. 
Blog yang mana yang anda pilih untuk dikunjungi?

Jawaban umumnya tentu :
Blog yang  loadingnya yang cepat.
Hemat waktu juga Hemat Kuota internet.

Yup, seandainya kita mengunjungi sebuah blog dengan page size 5 MB, kita harus menunggu 5 MB itu selesai didownload oleh browser, itu baru halaman pembuka, belum lagi halaman postingan.

Lalu apa saja yang membuat berat loading sebuah halaman?
Tentu sangat banyak.
Namun biasanya didominasi oleh images dan widget.

Misalnya sebuah blog yang banyak menggunakan foto atau gambar...

Andai si empunya blog langsung mengupload foto selfienya langsung dari kamera atau gadget, dgn ukuran file HQ minimal 3MB , jika ada 5 buah foto dalam 1 halaman maka... 15 MB hanya untuk loading foto doang.
Ampun dijeee.

Menurut baca sana sini..
Gunakanlah  Image Compressor untuk memperkecil size (kb) tanpa mengurangi kualitas gambar, sebelum diupload pada postingan.

Nah bagaimana menurut para pembaca, perlukah kita memperhatikan kecepatan loading blog?
Atau cukup hanya sekedar konten menarik dan nulis asik?

Untuk blog dengan visitor yang berasal dari kunjungan silaturahmi mungkin efeknya cuma sedikit.

Tapi untuk blog yang menargetkan visitor dari search engine, jelas ini adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan.

Selengkapnya
Thursday, February 16, 2017

5 comments
Update 17/2/17   : data:post.snippet telah dapat kembali digunakan. Bagi yang telah memodifikasi dengan tag lain misalnya dengan : data:post.postSummary , seperti pada postingan ini silahkan kembalikan lagi ke tag semula <data:post.snippet/>.

Ringkasan Postingan (Post Summary) halaman depan yang biasanya nyantai dibawah judul entah mengapa hari ini menghilang tanpa pesan. Tadinya saya pikir ada kesalahan pada template. Namun setelah jalan-jalan ke forum Google Blogger, ternyata yang mengalami kehilangan Post Summary hari ini cukup banyak.

Tampilan normal dengan post summary / ringkasan postingan dan Auto Read More dibawahnya :

Post Snippet


Tapi hari ini si Post Summary hilang tanpa jejak, apakah dia merasa diabaikan karena aku jarang mengupdate blog? :'( 


Seperti tampilan pada gambar diatas, bagian bawah judul yang seharusnya diisi oleh ringkasan kini kosong melompong, sunyi, senyap... gersang tanpamu ~ halaah

Menurut bisik-bisik tetangga biangnya adalah :
<data:post.snippet/> 
Karena <data:post.snippet/> inilah yang menampilkan snipet/ringkasan seperti pada Popular Post.
Apakah blogger sedang error?
Atau team Blogger lagi iseng utak atik Blogger?
Ntahlah. Hanya Tuhan yang tau dan kita diwajibkan berusaha. 

Mohon bersabar ini ujian...

Oke #Markico... mari kita coba

# Cara pertama :

Temukan/ find : data:post.snippet
Kemudian ganti dengan/ then replace with:   data:post.postSummary

 Atau / OR

# Menggunakan kode Java Scripts.

Pertama backup dulu template, caranya klik :
Template > Backup/Restore > Download.

Setelah template tersimpan, pada bagian Template lalu klik "Edit HTML"

1. Copy dan Paste kode JS ini dibawah ini di atas kode /above </head> :

<script type="text/javascript">
snippet_count = 143;
//<![CDATA[
function removeHtmlTag(strx,chop){if(strx.indexOf("<")!=-1)
{var snippet=strx.split("<");for(var i=0;i<snippet.length;i++){if(snippet[i].indexOf(">")!=-1){snippet[i]=snippet[i].substring(snippet[i].indexOf(">")+1,snippet[i].length)}}
strx=snippet.join("")}
chop=(chop<strx.length-1)?chop:strx.length-2;while(strx.charAt(chop-1)!=' '&&strx.indexOf(' ',chop)!=-1)chop++;strx=strx.substring(0,chop-1);return strx+'...'}
function createSnippet(pID){var div=document.getElementById(pID);var summ=snippet_count;var summary='<div class="snippets">
'+removeHtmlTag(div.innerHTML,summ)+'</div>
';div.innerHTML=summary}
//]]>
</script>
2. Lalu cari dengan menggunakan fasilitas Search, caranya klik sembarang di area HTML lalu Ctrl-F .
Temukan/ find : <data:post.snippet/>

3. Ganti semua dengan/ replace with :

<div expr:id='&quot;summary&quot; + data:post.id'><data:post.body/></div>
<script type='text/javascript'>createSnippet(&quot;summary<data:post.id/>&quot;);</script>

#Save Template.

Kedua cara diatas telah dicoba dan berhasil. Namun saat ini saya menggunakan cara yang pertama.
Demikian cara  mengatasi Post Summary / ringkasan postingan yang hilang. Selamat mencoba.

Selengkapnya
Wednesday, May 25, 2016

37 comments

Migrasi dari Blogspot Blogger ke Wordpress Self Hosted

Pilih Blogger atau Wordpress?



Ini mungkin pertanyaan abadi yang akan selamanya menjadi perdebatan.

Ada yang pro Blogger , ada yang pro Wordpress.

Saya yang cupu ini juga ikut tergelitik untuk menulis beberapa hal yang siapa tau berguna sebagai bahan pertimbangan bagi yang ingin melakukan migrasi atau bagi yang masih bingung memilih...

Sebelumnya, kita luruskan dulu sebuah pertanyaan diatas tadi...

 "pilih wordpress atau blogger?"

... pertanyaan ini rasanya kurang tepat.

Lebih tepat jika pertanyaannya :

"Pilih mana, Blogger.com atau Wordpress.com ?"
...atau

"Pilih mana, Hosted atau Self Hosted?"
...atau

"Mana yang terbaik? Wordpress, Drupal, Jomlaa atau ModX ? "


Apa itu Hosted dan Selfhosted?

Secara garis besar begini...

Hosted - adalah jenis layanan siap pakai yang diberikan oleh sebuah penyedia layanan kepada anda. Ada yang gratis ada juga yang berbayar. Anda tidak perlu pusing memikirkan hal teknis. Misalnya soal keamanan, maintenance dan lain-lain.
Anda bisa langsung menggunakan layanan tersebut setelah mendaftar.

Namun layanan seperti ini biasanya mempunyai peraturan yang sangat ketat, pembatasan dalam banyak hal dan keterbatasan lainnya.  Pengguna wajib mengikuti peraturan mereka terkait konten yang bisa atau tidak bisa ditampilkan. Misalnya ; Blogger.com mengizinkan konten dewasa sementara Wordpress.com tidak.

Contoh penyedia layanan hosted blogging adalah Blogger.com , Wordpress.com , Tumblr, Kompasiana, Blog  Detik dan lain-lain.


Selfhosted -  Ibarat membangun sebuah rumah, anda mulai dari nol. Mulai dari pembelian tanah, design rumah, biaya pembuatan, perabot dan lainnya.

Begitu pula dengan blog self hosted...
Semuanya anda yang menyediakan dan mengatur mulai  dari pemilihan nama domain, pemilihan software, penyewaan server, instalasi - konfigurasi hingga blog bisa online dan dapat diakses melalui browser.

Termasuk urusan maintenance dan keamanan blog.

Jika blog hosted pengguna hanya menginvestasikan waktu dan tenaga, maka di blog self-hosted ditambah dengan uang sebagai biaya operasional.

Kelebihan dari self-hosted, anda bebas mengembangkan blog sesuai keinginan. Konten apa pun dapat anda tampilkan, tidak ada yang melarang. Aturan yang berlaku pun aturan anda.
Tapi tentu saja tetap terikat hukum negara menyangkut konten sesuai undang-undang dan hukum yang berlaku.

Banyak orang yang membandingkan antara Blogger.com dengan Wordpress Self Hosted.

Ini jelas perbandingan yang salah alamat... pakde, budhe, om.. tante..

Jika ingin membandingkan, tentu head to head-nya adalah Blogger.com vs Wordpress.com.
Karena keduanya adalah sama-sama penyedia layanan hosted blogging.

Kecuali jika Blogger.com juga mempunyai software blogging open source seperti Wordpress.

Blogger.com itu nama penyedia layanan hosted blogging. Bukan software blogging seperti Wordpress.

Blogger.com layanan hosted gratis, sedangkan Wordpress adalah software gratis namun membutuhkan biaya untuk bisa menggunakannya.

WORDPRESS sama seperti software CMS open source gratis lainnya seperti Drupal, Joomla, Magento dan lain-lain yang pada penggunaannya membutuhkan domain, server, instalasi  dan konfigurasi untuk bisa dijalankan.

Disini sering terjadi kerancuan ; antara Wordpress -nama sebuah software - dan Wordpress.com - nama sebuah Company penyedia layanan hosted blogging.

... sama seperti  "Blogger"
Kadang membuat kita harus bertanya dua kali saat ada yang mengatakan Blogger.
"Blogger" - pelaku blogging atau "Blogger" - nama sebuah layanan blogging milik Google ?

Software WORDPRESS dikembangkan dan dapat diperoleh secara gratis di Wordpress.ORG.

Lalu apa hubungannya antara Wordpress.com dan Wordpress.org?
... hanya berasal dari founder yang sama, namun beda tujuan.

Wordpress.com adalah perusahaan komersil yang menyediakan layanan blogging gratis dan berbayar. Menggunakan WORDPRESS sebagai spesialisasi mereka. Murni sebagai bisnis layanan hosted blogging. Bukan sebagai pengembang software Wordpress yang gratis dan open source.

Jika anda pengguna Wordpress selfhosted, Wordpress.com tidak memberi bantuan atau dukungan apa pun. Kecuali anda menggunakan jasa sekaligus hosting mereka.

Bantuan atau dukungan ada di Wordpress.org sebagai pengembang software.

... masih bingung?

Ringkasnya begini :

WORDPRESS - nama softwarenya.
Wordpress.org - penyedia dan pengembang software free & open source.
WordPress.com - perusahaan komersil penyedia layanan blogging+hosting.khusus Wordpress.

Serupa tapi tak sama. Seatap tapi tak sekamar.
Berasal dari founder yang sama : Matt Mullenweg.

Ok, kita kembali pada pertanyaan...

"Pilih mana, Blogger.com atau Wordpress.com ?"

Anda bisa lihat tabel dibawah ini, silahkan tentukan pilihan.


Layanan Gratis Wordpress.com Blogger.com
Script PHP HTML/ XHTML
URL subdomain subdomain
Kustomisasi Domain upgrade plan $2.8 /bulan gratis
Bebas Iklan tidak ya
Izin menampilkan iklan tidak ya
Kustomisasi Iklan tidak ya
Media Penyimpanan 3 GB 1 GB up to 15 GB
Direktori Themes Banyak pilihan sedikit
Kustom Themes/Template tidak ya
Kustomisasi HTML tidak ya
Kustomisasi CSS tidak ya
Kustomisasi PHP tidak tidak
Izin Embed Script tidak ya
Upload foto ya ya
Upload video tidak ya - google video
Statistic ya ya
Tracking ya terbatas
Mengizinkan Konten Dewasa tidak ya
User Interface Relatif Relatif



Pilih mana : Hosted atau Self-hosted?

Anda bisa lihat tabel dibawah ini, silahkan tentukan pilihan.



Hosted Self-hosted
Gratis Biaya Domain

Biaya Hosting
Siap pakai Harus melakukan instalasi dan konfigurasi
Tidak sepenuhnya milik anda Sepenuhnya milik anda
Akses fitur terbatas Akses penuh
Akses backup terbatas Akses penuh
Kustomisasi terbatas Kustomisasi penuh sesuai keinginan
Konten terikat peraturan penyedia layanan Konten Bebas
Maintenance oleh penyedia Maintenance oleh anda
Keamanan oleh penyedia Keamanan oleh anda
Menggunakan subdomain penyedia Menggunakan Domain anda
Pengembangan web terbatas Dapat dikembangkan sesuai keinginan

Sengaja saya tidak memasukkan poin lain seperti blog terlihat profesional dan lain-lain.
Karena banyak blog hosted yang lebih profesional dan dilirik sponsor.

Sedikit tentang Wordpress Self-hosted...

Sebelum memutuskan menggunakan Wordpress Self-hosted ada beberapa hal yang anda harus persiapkan.

- Waktu
- Tenaga
- Keuangan
...plus Kemampuan

Berada di self-hosted tidak cukup hanya dengan kemampuan anda menulis konten.
Anda juga harus mampu merawat "mesin"nya agar blog anda tetap bisa lancar dikunjungi.
Jka tidak bisa melakukan sendiri setidaknya anda harus meminta atau menyewa jasa orang lain untuk melakukan hal tersebut.

Karena banyak pengguna yang terbiasa dengan hosted tidak menyadari kini ia berada di self-hosted yang mempunyai kebutuhan maintenance pada server sebagai mesin agar blog tetap lancar tanpa kendala.
Misalnya kemungkinan jika terjadi corrupt database atau error karena bentrok antar plugin. Semua itu  bisa mengakibatkan blog tidak dapat diakses. Anda harus siap menghadapi hal itu. Error karena kesalahan konfigurasi blog, misalnya kesalahan pada plugin, jelas bukan tanggung jawab pihak hosting.

Domain dan Hosting
Untuk dapat menggunakan Wordpress Selfhosted, dibutuhkan sebuah domain + server hosting yang benar-benar handal.

Saran saya dalam memilih hosting..
Jangan tergoda dengan tawaran harga murah. Cari tau melalui review yang terpercaya atau rekomendasi orang yang anda kenal.

Jangan terjebak dengan review berbayar atau promoted content.

Anda bisa kunjungi forum-forum web hosting seperti Forum DWH untuk mencari tau hosting mana yang cocok untuk anda. Hindari menggunakan hosting abal-abal apalagi hosting gratisan untuk blog resmi.
Pilih paket hosting sesuai dengan kebutuhan dan kemungkinan perkembangan web anda kedepan.

Wordpress membutuhkan resource server yang tinggi. Hindari paket hosting "Sepuluh Ribuan" perbulan. Tidak akan cukup. Hanya akan merepotkan anda dikemudian hari.

Untuk sebuah blog awal dibutuhkan minimum :
- Storage/ disk space (media penyimpanan) : 1 GB
Apa tidak terlalu banyak untuk blog pemula? Saya jarang upload gambar.
Storage tidak hanya digunakan untuk gambar yang anda upload. Segala yang berhubungan dengan blog : images, file, themes, database, plugin, thumbnail, webmail, cache, bermacam error_log dan lainnya menggunakan storage yang sama. Sebagai catatan, anda akan ngeblog bukan untuk sehari, seminggu atau hanya sebulan saja bukan?

Seiring waktu kapasitas storage anda akan semakin berkurang.

- Bandwidth : pilihlah hosting yang menawarkan unlimited bandwidth atau minimum 10 GB/ bulan.
Lho terlalu banyak, blog saya kan belum ramai pengunjung?
- Pengunjung blog anda bukan hanya manusia, robot lebih sering mengunjungi blog anda. Mungkin manusia yang mengunjungi blog anda hanya 10 orang tapi jumlah bot yang berkunjung jumlahnya ratusan. Terutama bot crawler & spamming yang sangat agresif. Paling banyak ber-IP China.
Jangan heran, sehari blog anda diluncurkan, pengunjungnya pun baru anda saja tapi bandwidth bisa meledak 500 mb perhari.

Cek secara berkala stats bandwidth dan blok IP yang rakus bandwidth jika paket hosting anda bukan unlimited bandwidth.  Jika melebihi kuota bandwidth blog anda tidak dapat diakses.

- Ram server 512 MB - Shared hosting maupun VPS.


Hal yang sering terjadi dan kemungkinan anda akan alami :

- Blog tidak dapat diakses karena resource server melampui batas.
Ini sering terjadi karena traffic membludak, plugin atau themes yang memberatkan kinerja server.

- Database error
Ada kesalahan atau corrupt pada database

- PHP fatal error
Kesalahan pengkodean php, biasa sering terjadi akibat plugin atau saat anda utak-atik themes.

- Bandwidth limit exceeded
Web anda telah melebih batas kuota bandwidth yang ditetapkan.

... dan berbagai macam error lainnya.


MITOS - MITOS

- Blog di Blogger.com tidak disukai oleh sponsor.
Ini adalah anggapan yang keliru. Karena sponsor tidak peduli blog anda menggunakan layanan apa, berbayar atau gratisan. Bagi sponsor yang terpenting adalah blog anda ramai pengunjung dan dianggap mampu untuk mempromosikan produknya.

-  Blog di Blogger.com walau custom domain tapi kurang SEO.
Banyak faktor yang mempengaruhi rangking hasil pencarian di search engine. Yang jelas bukan karena blogger.com atau wordpress.com. Bukan hosted atau selfhosted.

Jika SEO diidentikkan dengan Google, maka faktanya Blogger.com adalah milik Google.

- Panel admin di Wordpress sulit
Semua tentu karena alah bisa karena biasa...
Saya juga bingung saat pertama kali ngeblog di Blogger.


Kesimpulan :
Blogger.com atau Wordpress.com mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Demikian pula dengan hosted dan self-hosted. Silahkan pilih...

Hosted :
  • untuk anda yang ingin santai fokus menulis tanpa mau ribet dengan segala urusan teknis.
Self-hosted :
  • untuk anda yang ingin full akses, kredibilitas, rasa confidence, dan kebebasan berekspresi.


Saran :
Jika semua poin diatas sudah anda jawab dengan : Ya saya siap!
Silahkan lakukan migrasi sekarang juga.

Tapi jika tulisan diatas membuat kening anda berkerut..
Lebih baik ditunda dahulu, lakukanlah persiapaan dan perhitungan yang matang, daripada nantinya kening anda semakin berkerut.
... anda harus optimis, semua hal bisa dipelajari yang penting ada kemauan. Alah bisa karena biasa.

Buatlah keputusan cerdas berdasarkan kebutuhan, keahlian dan kemampuan anda temans. Semua alat  bisa berfungsi dengan baik selama anda tau bagaimana cara menggunakannya.
Setiap platform tidak ada yang sempurna. Kemampuan anda lah yang akan menyempurnakannya.
It's not about the gun...
...but the man behind the gun. #halah

Cemungud kaka!

Udeh segitu aja, ambil yang baik, lupakan yang typo...
Mohon koreksinya jika ada yang keliru.


Salam,

Mama Keizha

Selengkapnya
Friday, May 06, 2016

6 comments

Langkah Selanjutnya Setelah Melakukan Custom Domain di Blogger - Agar blog cepat terindeks mesin pencari dan memulihkan Ranking Blog.


Selamat ya buat teman-teman yang sudah melakukan custom domain di Blogger. Kini blog-nya semakin kece setelah menggunakan nama domain milik sendiri. Emmm tapiii...sepertinya masih ada lagi PR yang harus dilakukan setelah melakukan custom domain...  Ayo kita selesaikan dulu biar ngeblog-nya makin asik :D

custom domain

Eh ya, Apa itu custom domain?
Saat mendaftar di blogger.com kita akan diberikan url sebagai alamat blog menggunakan subdomain default blogspot.com misalnya namasaya.blogspot.com

Dengan melakukan custom domain artinya kita menggunakan domain milik sendiri untuk digunakan sebagai alamat blog, menggantikan alamat yang sebelumnya. Misalnya blog yang tadinya menggunakan  subdomain blogspot.com diganti dengan domain TLD (.com .net .org .me dan lainnya) milik sendiri. Misalnya namasaya.com , namasaya.net atau namasaya.me.

Kita bisa mendaftarkan domain melalui penyedia registrasi domain dengan harga dan ketentuan yang berbeda antara satu registrar dengan yang lain.
Carilah penyedia domain yang memiliki reputasi baik dan memberikan hak akses sepenuhnya untuk mengelola domain yang kita miliki. Karena ada juga penyedia domain yang membatasi kita dalam mengelola domain. Hindari penyedia domain yang seperti itu.

Untuk blog saya ini, registrasi domain saya lakukan melalui Domainesia. Selain harganya yang murah dan wajar juga diberikan kebebasan mengelola domain. Prosesnya pun tidak lama, kurang dari 15 menit setelah konfirmasi pembayaran domain sudah aktif. Katakan saja pada CS-nya bahwa domain tersebut kita gunakan untuk ngeblog di Blogger, mereka akan membantu melakukan settingan yang diperlukan.

Apa manfaat melakukan custom domain?

Banyak sekali manfaat menggunakan custom domain, antara lain blog menjadi lebih personal, mudah diingat dan tampak di-manage dengan serius. Selain itu sangat baik untuk bersaing di mesin pencari.

Adakah dampak negatif saat pergantian blog menjadi custom domain?

Tentu ada...
Dampak dari pergantian domain hasil yang selama ini diperoleh otomatis kembali ke awal layaknya sebuah blog baru. Say good bye to Page Rank, Alexa, back link dan sebagainya.

Jangan khawatir, mundur selangkah untuk maju sepuluh langkah.

Lakukan beberapa langkah mudah dibawah ini...


1. Ganti Template (opsional )
Bagi yang sudah bosan dengan template dan ingin mengganti template inilah saat yang tepat. Pilih template yang anda sukai. Rata-rata template saat ini telah responsive dan mendukung pada semua device. Namun tidak ada salahnya memastikan pengecekan di Responsive Checker .

Bagi yang peduli dengan SEO, selain responsive, pilihlah template yang ringan dan memiliki format schema structure data yang tepat. Hindari template yang memberikan banyak error pada format struktur datanya.

Untuk mengecek struktur data template silahkan gunakan tools dari  Google Structure Testing Tool
 
Mengukur pagespeed dan ukuran template bisa menggunakan tools di  GTMetrix

Untuk mengetahui struktur header sekaligus mini SEO report bisa menggunakan tools di  Chkme

Note : sebaiknya hindari mengunduh template dari pihak ketiga. Unduhlah template langsung dari blog/website designernya. Karena biasanya template dari pihak ketiga sudah ditambah link-link milik mereka. Hampir semua link tersebut dofollow.

Setelah itu kita...

2. Submit ke Webmaster Tool (wajib)

Setelah beres-beres template, kini saatnya daftar atau login ke Google Webmaster Tools untuk verifikasi kepemilikan domain blog. Gunanya agar blog kita lebih cepat di-crawl dan di-index oleh Google. Saat melakukan verifikasi akan diberikan beberapa pilihan cara metode verifikasi, pilihlah verifikasi domain menggunakan kode meta tag yang diberikan. Contoh kode yang akan diberikan seperti berikut :
< meta content='kodeunik' name='google-site-verification'/ >
Copy dan salin kode tersebut sebelum kode < /head > pada template blog. Caranya dengan masuk ke dasbor > template > edit html. Setelah itu save template dan klik verifikasi di Google Webmaster.

Setelah sukses melakukan verifikasi, lalu submit alamat blog.
Lihat tab sebelah kiri pada Crawl > Fech as Google. Klik Fetch lalu submit ke index. Akan ada 2 pilihan, pilihlah sesuai keinginan.
Fech as Google
Setiap memposting artikel, jangan lupa submit URL-nya.


3 - Submit Sitemap Blog.

Masih di Google Webmaster Tools , pilih bagian Crawl > Sitemap > add sitemap

Cukup dengan mengetikkan : sitemap.xml pada kotak add sitemap

Bisa juga menggunakan : feeds/posts/default?orderby=UPDATED 
atau:  atom.xml

Silahkan pilih salah satu.



4 - Submit ke Google Analytic

Selanjutnya submit ke Google Analytic. Kita akan diberikan kode tracking seperti "UA-kodeunik-1"  . Setelah mendapatkan kode tracking, kita kembali ke dasbor blogger, lalu > setting > others > Google Analytic -dan masukkan kode yg diberikan. Simpan dan kembali ke Google Analytic, lalu klik verifikasi.

Submit juga ke beberapa layanan mesin pencari seperti Bing Webmaster Tools. Gunakan juga layanan ping seperti Pingomatic. Caranya kurang lebih sama.


5. Update artikel

Rajinlah mengupdate artikel secara berkala agar domain kita akrab dengan robot pencari dan blog kita cepat terindex.


6 - Bagikan artikel ke Social Media

Layanan social media seperti Facebook, Twitter, Pinterest , Instagram, GooglePlus dan lainnya sangat membantu dalam penyebaran link agar blog kita semakin dikenali dan mendatangkan banyak pengunjung. Selain itu nama domain semakin akrab dengan mesin pencari.


7 - Kunjungan Blog Walking

Ini penting agar teman-teman blogger mengetahui alamat blog baru kita,  apalagi jika pernah melakukan pertukaran link antar teman. Link lama bisa cepat diganti dengan alamat nama domain blog kita yang baru. Selain itu agar traffic / kunjungan bertambah melalui alamat domain yang baru.


8 - Bersabarlah dan tekun

Hasil dari kesabaran dan ketekunan adalah kesuksesan. Maka lakukanlah langkah diatas dengan sabar dan tekun. Semoga dalam waktu yang tidak lama, rangking blog akan pulih kembali.


Demikianlah beberapa langkah setelah kita melakukan custom domain di Blogger.
Semoga bermanfaat, jika ada koreksi ataupun saran silahkan sampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih :)

Salam,

Mama Keizha

Selengkapnya
Saturday, April 23, 2016

13 comments
Mengatasi Link Error 404 Saat Share Ke Facebook
Setelah kita menulis di blog tentu kita ingin membagikan tulisan tersebut keberbagai media sosial. Salah satunya adalah Facebook.

Namun saat kita membagi postingan tersebut ke Facebook, ternyata oleh scrapper Facebook link kita tersebut terbaca sebagai link 404 error atau link not found ~ link tidak ditemukan.

Contohnya seperti gambar dibawah ini:

Mengatasi Link Error 404 Saat Share Ke Facebook


Padahal tidak ada yang salah atau error dengan postingan yang mau kita bagikan tersebut. Dan selama ini juga tidak ada masalah saat membagikan postingan ke Facebook. So apa yang terjadi?

Barusan saja saya mengalaminya. Sempat bingung sejenak, kirain error beneran. Dan ternyata setelah di-cek semuanya masih kece badai. Penyebabnya apa nanti aja kita bahas ya, kepanjangan sih soalnya saya belum mandi  :))

Dah gak usah panik, santai aja... Yuk kita perbaiki .

1. Login ke akun facebook, jika sudah , kunjungi link ini :  

https://developers.facebook.com/tools/debug/sharing/ 

2. Pada bagian yang tersedia, copy dan paste-kan link url blog yang tadinya terbaca error. Lalu klik "Debug"
Link Error 404
3. Akan terlihat beberapa pesan error , untuk sementara abaikan saja , langsung klik Scrape Again
4. Setelah proses scrape selesai, coba kembali share postingan yang tadi terbaca error .

5. Link yang error kini telah kembali normal.


~ Semoga bermanfaat.

Selengkapnya