Thursday, May 04, 2017

15 Tips Parenting Anak

38 comments

Pengertian bebas dari Parenting adalah aktivitas menjalankan peran dan kewajiban sebagai orangtua dalam proses membesarkan seorang anak.


Merawat, mendidik, melindungi , memberi contoh, serta mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh anak untuk masa depannya.

Parenting Usia Dini hingga Remaja, termasuk mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, finansial, dan intelektual seorang anak sejak masa kanak-kanak sampai dewasa.

Parenting tidak dibatasi keterkaitan faktor biologis antara orangtua dan anak.

Parenting melibatkan kesiapan, kesabaran, kebijaksanaan dan keterbukaan.

Parenting tidak seperti matematika dan fisika, dalam penerapannya hampir tidak ada satu standart untuk semua anak. Tidak ada rumus baku yang pasti berlaku untuk semua individu.

Tindakan dan perlakuan yang dibutuhkan pada setiap anak pun berbeda-beda.

Karena setiap anak adalah pribadi yang unik.
Kebutuhan anak terhadap perhatian, cinta, kasih sayang dan ekspresi dari orang tua tidak sama satu sama lainnya.

Untuk itulah para orang tua kerap bertukar informasi dan pengalamannya dalam mengasuh anak.

Saya mengumpulkan dan mencatat beberapa tips yang dapat segera diterapkan untuk membantu para orangtua agar proses parenting anak menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Beberapa dari tips ini pernah saya terapkan pada anak saya, dan hasilnya cukup positif.


Berikut 15 tips parenting anak yang sebaiknya anda tahu :

Tips Parenting

1. Berikan contoh yang baik pada anak.

Salah satu faktor terpenting keberhasilan adalah bagaimana para orang tua memberikan contoh nyata pada  anak-anaknya.

Banyak orang tua (termasuk saya) tidak menyadari, bahwa anak kerap meniru perlakukan yang sering ia dapatkan, terutama yang sering dilihat dan dengar dari orang tuanya.
Ingatannya merekam semua, lalu memprosesnya menjadi sebuah tindakan meniru.

Misalnya :
Seperti seorang gadis kecil yang bergaya didepan cermin menirukan ibunya.
Atau seorang anak laki-laki yang meniru ayahnya nyetir mobil.

Orangtua adalah contoh.

~ Bagaimana mungkin anda selalu berkicau pada anak bahwa sayur bayam itu sehat,  sementara ia tak pernah melihat anda makan bayam.
~ Bagaimana mungkin menyuruhnya rajin sholat, sementara ia lebih sering melihat anda memegang gadget daripada memegang tasbih.

Orangtua sebaiknya mencontohkan sikap-sikap yang baik untuk anak.

Hindari bersikap buruk dihadapan anak seperti berteriak, membanting, memukul dan lainnya.

Jika orang tua bersikap buruk,  seolah  memberi mereka izin untuk bertindak dengan cara yang sama.

Sekarang ini banyak sekali anak yang berani melawan orangtuanya.
Walaupun kehidupan keluarga harus demokratis, anak tetap harus menghormati orangtuanya.

Masalahnya, menurut saya, orangtua masa kini sering mengabaikan hal-hal kecil yang sepatutnya tak diperlihatkan ke anak.
Misalnya bertengkar di depan anak dianggap biasa.

Anak selalu diajarkan untuk bersikap hormat pada ibu dan ayah.

Tapi kenyataan yang selalu ia lihat, ibu berteriak tak menghormati ayah dan ayah membentak tak menghargai ibu.
Kalau begitu, bagaimana anak bisa menghargai orangtuanya?
Orang tua sebaiknya dapat mengontrol emosi, sikap dan perbuatan saat berada di depan anak.

2.  Tanamkan rasa percaya diri anak.

Ketahui sekuat apa kepercayaan diri yang dimiliki anak.
Dengan begitu orang tua bisa membantu anak membangun atau mengarahkan kepercayaan dirinya.
Mulai lah sejak dini menanamkan rasa percaya diri yang tinggi pada anak, agar mereka menjadi pribadi yang tangguh. Tidak cepat menyerah apabila menghadapi sesuatu yang sulit.

Jangan merendahkan anak saat membuat suatu kesalahan atau suatu perilaku yang buruk. Tindakan tersebut akan membuatnya hilang kepercayaan diri. Lama kelamaan ia akan menjadi seorang anak yang minder pada lingkungan.

Saat berbuat kesalahan, anak-anak akan lebih bersedia untuk mendengarkan dan memahami teguran yang diberikan kepadanya jika martabat mereka terjaga.

3. Jangan membandingkan.

Jangan membandingkan dia dengan kakak atau adiknya.
Pastikan bahwa dia dan saudara-saudaranya yang lain mendapatkan perhatian, cinta dan kasih sayang yang sama dari orang tuanya.

Jika orang tua menempatkan salah satu dari anak-anaknya sebagai yang terbaik dan paling disayang, itu bisa menciptakan persaingan serta perasaan negatif sepanjang hidup mereka.
Hal tersebut tentu nantinya akan menimbulkan masalah dalam keluarga.

Setiap anak adalah pribadi yang unik walau berasal dari ayah ibu yang sama.

Cintai mereka dengan setara namun perlakukan mereka secara personal menurut keunikan pribadi masing-masing.

... Jangan pula membandingkan dengan anak yang lain.

Untuk mengharapkan anak bersikap sesuai yang diinginkan orangtua bukan dengan membandingkannya dengan anak lain yang dianggap lebih baik.

Anda juga tidak ingin dibanding-bandingkan dengan siapa pun bukan?

3. Penuhi kebutuhan mereka, pilah yang mereka minta.

Mencintai dan menyayangi anak bukan berarti apa yang mereka minta harus kita penuhi.
Para orang tua wajib memenuhi apa yang mereka butuhkan dan memilah apa yang mereka minta untuk dipenuhi.

Misalnya, saat anak yang masih duduk di bangku SD minta dibelikan motor.
Tentu orangtua harus berpikir berulang kali untuk memenuhi pemintaan si anak. 

4. Kenali bakat anak, dukung dan jangan memaksa. 

Setiap anak terlahir dengan beberapa talenta dan hasrat. 
Mereka memiliki pilihan, preferensi dan keunikan tersendiri.
Kenali dan dukung talenta yang mereka miliki.
Ada yang suka menggambar, menyanyi, menari, olahraga, bahkan bakat akademis. 

Mengajak mereka ke even yang sesuai dengan talenta dan hasratnya, seperti pameran buku, lukisan, pertunjukan tarian atau mengikutsertakan mereka pada lomba/pertandingan yang sesuai hasrat dan talentanya, merupakan cara lain untuk mendorong kreativitas dan rasa percaya dirinya.

Apapun hasilnya, puji dan hargailah, agar kepercayaan dirinya semakin tumbuh dan berani menampilkan karya-karya mereka apa adanya.
Tunjukkan kebanggaan sebagai orangtuanya dan buat mereka bangga pada karyanya.

Jangan memaksa anak mengikuti hobi atau kesukaan orangtua.

Anda mungkin ingin dia pintar bermain piano, tapi anak anda lebih tertarik memainkan gitar.
Dukunglah. Jangan paksa ia bermain piano sesuai keinginan anda.

Orangtua wajib mengarahkan tapi bukan berarti memaksakan kehendak.
Anak mungkin saja mengikuti keinginan para orangtua, tapi pasti akan meninggalkan rasa kekecewaan dihatinya.

5. Berikan perhatian positif.

Anak membutuhkan perhatian dari orangtuanya.
Tentu saja sebuah perhatian yang positif.

Berilah perhatian pada anak, misalnya,  membuat makanan untuknya, mengajak ia bermain, bertanya tentang bagaimana ia tadi di sekolah, menemani dan membimbingnya belajar atau mengerjakan PR.

Jika mereka tidak mendapatkan perhatian positif, mereka cenderung akan memilih untuk mencari perhatian negatif dari orangtuanya.

Karena mereka menganggap mencari perhatian negatif masih merupakan cara yang ampuh untuk mendapat perhatian.
 
Misalnya, ia berpikir jika menumpahkan segelas air, anda pasti akan menghampirinya.
Walaupun anda marah-marah atas perbuatannya itu, ia mengartikan bahwa "marah"nya anda itu adalah bentuk perhatian dari orangtuanya.

Tapi itu adalah perhatian negatif...
Setelah anak berbuat kesalahan para orangtua baru memperhatikannya.

Dan malangnya, anak tetap menerima perhatian itu karena mereka membutuhkannya...
Karena sebuah perhatian, apa pun bentuknya, tetap lebih baik daripada diabaikan.

6.  Jangan terburu-buru membuatnya dewasa.

Nikmatilah masa-masa kecilnya. Sangat penting seorang anak tetap anak.

Jangan terburu-buru membuatnya menjadi dewasa, karena kita tidak bisa membalikkannya nanti.

Ketika dia masih kecil dan dia berperilaku seperti anak kecil, itu hal yang sangat luar biasa indahnya.

Nikmatilah masa-masa itu.

Tak pernah ada saat yang membosankan jika memiliki anak kecil di sekitar anda.

Mereka, tertawa, menangis, dan mengamuk pada hal-hal yang terkadang kita tidak mengerti.
Seperti misalnya mengamuk pada sendok atau marah-marah pada semut.


Nothing Wrong Until...

... Ketika dia menjadi dewasa dan berperilaku seperti anak kecil, itu baru buruk.

7. Hindari marah dengan berteriak.

Apakah anda sering berteriak-teriak memarahi anak sewaktu ia membuat kesalahan?
Kadang-kadang ini memang tidak dapat kita hindari. Saya yakin, banyak orang tua yang tidak bermaksud menegur anaknya dengan suara keras.

Namun hari yang buruk di kantor, kenakalan anak-anak yang terkadang membuat kita hampir frustasi, masalah dengan suami, masalah keuangan atau masalah-masalah kehidupan lain yang dapat menyulut keadaan ini.

Bila saya ingin berteriak pada anak saya yang nakal, saya menghitung sampai lima dalam hati dan mengingat saat-saat mama saya memarahi saya sambil berteriak-teriak, ketika tanpa sengaja memecahkan vas bunganya.

Saya mengingat-ingat perasaan saya waktu itu.

Ternyata hal ini dapat meredakan ledakan emosi saya.

Saya ingat betapa tidak menyenangkan saat saya dimarahi mama dengan berteriak.

Dan saya tidak ingin anak saya mengalami hal yang sama.

Oleh karena itu saya menegurnya dengan pelan dan memberinya penjelasan mengapa saya tidak menyukai apa yang ia lakukan.

Ternyata pemberitahuan dengan suara tenang dan penjelasan tersebut lebih mengena padanya.

Hal ini terbukti dengan ia lebih cepat menghentikan apa yang sedang ia lakukan saat saya menegurnya dengan pelan daripada saat saya menegurnya dengan suara keras.

8. Hindari memberi hukuman fisik.

Jangan mudah menghukum anak dengan menyakiti fisiknya.

Memukul, misalnya.

Sekali saja orangtua melakukan hukuman secara fisik pada anak, selanjutnya hanya cara itu yang akan ditempuh karena dianggap ampuh.

... Padahal tidak.

Disiplin diperoleh bukan hanya dengan cara menghukum, apalagi dengan menggunakan kekerasan.

Anak-anak yang selalu mendapatkan kekerasan fisik berpotensi menimbulkan traumatik pada dirinya.


Mengapa kita harus menghindari memukul anak?

- Memukul dapat menyakiti dan membahayakan fisik dan psikologis anak.

- Seolah mengajari mereka, bahwa memukul adalah perbuatan yang dibenarkan ketika mereka marah atau kecewa. Kemungkinan cara yang sama akan ia lakukan untuk melampiaskan kekesalan dan kemarahannya. Yang sering terjadi adalah memukul adiknya.

- Bagi anak yang sengaja berbuat kesalahan karena ingin diperhatikan, mendapat sebuah pukulan dianggap sebagai "hadiah" keberhasilan, ia menganggap pukulan itu sebagai bentuk perhatian dari orangtuanya --- sekali lagi, perhatian negatif dianggap lebih baik daripada tidak diperhatikan sama sekali.

Jika anak-anak berbuat salah, utamakan menasehati mereka dengan baik dan yakinkan bahwa mereka bisa memperbaiki dan tidak mengulangi kesalahan tersebut.

Reaksi yang diberikan orang tua sangat berpengaruh pada anak, terutama dalam mengembangkan karakter, nalar, emosi serta potensi si anak. 

Hindari reaksi emosional yang membawa pengaruh negatif, seperti memarahinya  dengan kasar, menyindir, atau mengejek.

Kata-kata negatif hanya membuat perasaan anak menjadi semakin buruk dan cenderung berpotensi membuatnya rendah diri.

9.  Jangan pelit pujian.

Setiap manusia suka dipuji. Apalagi pujian itu berasal dari orang tua yang kita sayangi.
Tentu akan menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri.

Pujilah anak jika ia melakukan suatu perbuatan yang baik. Misalnya, saat ia meletakkan sepatunya pada rak sepatu sepulang bermain.

Dengan begitu dia menjadi ingat, bahwa -meletakkan sepatu- di -rak sepatu - adalah sesuatu yang baik dan menyenangkan hati orangtuanya.

Sesekali tidak ada salahnya memberikan mereka hadiah sebagai reward atas 'prestasi' dan kebaikan yang telah mereka lakukan. Anak akan merasa dihargai.

Namun berikan pemahaman kepada anak bahwa berbuat baik dan benar bukan hanya karena ingin mendapatkan hadiah.

10.  Belajar tanpa rasa takut.

Tak ada seorang pun yang bisa mempelajari sesuatu dengan keadaan takut, terutama anak-anak.

Karena itu bersabarlah ketika sedang membimbingnya belajar atau membuat PR.
Jangan jadikan pengalaman belajar menjadi pengalaman yang menakutkan bagi dirinya.

Hindari marah-marah dan membentak-bentak saat menerangkan pelajaran pada anak. Lakukan dengan pelan dan jelas. Keadaan yang rileks membuat ia nyaman, lebih mudah berpikir dalam keadaan rileks daripada dalam keadaan tertekan dan takut.

Jangan samakan kemampuan berpikir anda dengan kemampuan berpikir anak-anak.

Jika anak kesulitan menerima pelajaran dari anda, bukan berarti anak anda bodoh.

Mungkin saja anda yang tidak cerdas dalam membimbingnya belajar.

Tetap sabar jika ia salah menjawab soal walau anda telah mengajarinya berulang kali.
Toh mungkin saat seusia dia, anda juga begitu.

11. Jangan menakuti anak dengan "hantu" .

Saat seorang kerabat kami datang ke rumah, kebetulan tidak lama kemudian lampu mati. Saya menyuruh Keizha ke kamar untuk mengambil emergency lamp.
Kerabat kami itu nyeletuk "berani ya dia.. gelap-gelap ke kamar sendirian"

Boo!

Anak saya dari kecil memang tidak dikenalkan dengan hantu.

Yang ia tau sewaktu kecil cuma monster.

Itu pun dia gak takut.

... kan ada Ultraman, Power Rangers, Kamen Rider .

Sebagian orang tua jaman sekarang ini, masih saja ada yang suka menakuti anaknya dengan ancaman-ancaman - awas ada setan, awas ada hantu atau.. kalo gak mau makan nanti diculik orang gila dan lain-lain.

Menakuti dengan cara seperti itu jelas tidak mendidik anak.

Ancaman itu memang berhasil membuat anak mau makan.
Karena jelas ia ketakutan dan gak mau diculik hantu.

Tapi para orangtua sering tidak menyadari efek jangka panjang dari ancaman itu dikemudian hari.
Anak akan menjadi seorang yang penakut.
Bahkan hingga dewasa tetap menjadi penakut.

Contohnya saya :(

Udah setua gini tetap aja gak berani ke dapur pas lampu mati.
Tetap harus ditemani anak atau suami.

Abis serem banget maaak dapur kami  :(

12.  Pantau penggunaan Internet oleh anak. 

Hal-hal yang bisa diakses anak di dunia maya bisa menjadi sangat berbahaya bagi dirinya secara fisik atau perkembangan jiwanya.
Mau gak mau, kita sebagai orangtua harus turut mengikuti perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Minimal kita sebagai orangtua jangan terlalu gaptek..
Kemungkinan anak kita akan menyalahgunakan teknologi semakin tinggi.

Child risk
image: web


Pernahkah mengecek aplikasi apa saja yang terinstall di gadget/laptop anak?
Pernahkah mengecek historis browsing perangkat yang digunakan?
Apakah ada folder yang disembunyikan?

Saya pernah membuat tulisan tentang Add-on Browser yang "berbahaya" bagi anak.
Satu minggu setelah tulisan tersebut saya posting, saya mendapat email dari seorang ibu.

Si ibu menemukan add-on di browser laptop anaknya yang masih SMP persis seperti yang saya tulis.
Ibu itu juga menemukan folder yang diberi password oleh si anak, tapi si anak ngaku gak tau gimana buka folder tersebut.
Setelah tau ciri dari software yang digunakan, si ibu berhasil membuka folder tersebut.

Dan seperti yang diduga, folder tersebut penuh berisi gambar dan film dewasa.

Tidak hanya pornografi, kejahatan cyber selalu mengintai anak-anak tercinta kita.

Pantau penggunaan Internet oleh anak
Image : media.defense.gov

Betapa sering kita mendengar berita-berita kejahatan yang terjadi yang memangsa anak-anak usia dini sebagai korbannya.

Nauzubillahi min zalik... Semoga anak dan keluarga kita semua terhindar dari segala marabahaya.

Mulai saat ini cobalah mencari program yang memungkinkan melihat situs web yang mereka kunjungi dan memantau obrolan mereka.

13. Jangan menyerah pada keadaan.

Semua masalah anak pasti bisa diatasi dengan niat baik, ketekunan dan kesabaran.

Jangan menyerah jika menghadapi masa-masa sulit dalam membimbing anak.

Dengan dukungan orang tua yang tegar dan pantang menyerah, anak yang paling merepotkan sekali pun bisa menjadi orang luar biasa.

14. Minta saran atau bantuan pada yang ahli/berpengalaman. 

Hidup bersama anak terkadang penuh hal yang tak terduga.
Apalagi bagi pasangan yang baru mempunyai anak, kekhawatiran melakukan "kesalahan" dalam mengurus anak sering menimbulkan kecanggungan dan stress.

Jika khawatir akan melakukan kesalahan saat menghadapi situasi tertentu, jangan malu atau gengsi meminta nasehat pada orang yang lebih berpengalaman.
Orang tua atau mertua anda misalnya.

Bisa juga meminta nasehat dan saran dari seorang profesional yang ahli bidang anak.

15. Terimalah bahwa pola hidup telah berubah.

Kenyataan bahwa kehidupan bukan lagi seperti dulu saat masih berdua saja dengan pasangan.
Kehadiran seorang anak seharusnya, membuat kebahagiaan dan kemesraan suami istri semakin bertambah lengkap.
Namun tidak menutup kemungkinan salah satu pihak merasa diabaikan.

Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan pengertian dan keterbukaan kedua pihak.

Ingat, anda juga butuh waktu berduaan untuk menjaga kemesraan dalam hubungan suami istri.
Dengan demikian, aktivitas parenting menjadi menyenangkan dan lebih bermakna.


# Catatan penutup...

Anak adalah anugerah Tuhan, titipan dari Yang Maha Kuasa untuk kita jaga sepenuh hati, jiwa dan raga.
Biarkanlah dia menjadi apa yang dia inginkan.
Jangan pernah menjadikan anak sebagai investasi masa depan anda.
Biarkan ia bebas melangkah menuju masa depan, menapak jalannya sendiri, tanpa harus melalui jalan yang pernah anda lewati..
Kehidupan akan mengajarinya banyak hal yang bahkan tak pernah kita bayangkan.


Semoga bermanfaat ,

Salam, Blog Mama Keizha

- Jika Bunda pembaca ada yang mau berbagi tips parenting silahkan tulis di kotak komentar ya.
Mama Keizha
Mama Keizha

Bukan blogger tulen apalagi penulis beken. Hanya seorang Ibu Rumah Tangga yang mencoba berbagi tulisan melalui blog ini. Civil Engineer yang hobi masak, membaca dan coding.

38 comments

Coretan Bunda Erysha May 06, 2017 4:19 am

Bener bnaget bunda tipsnya 😃

evrinasp May 06, 2017 2:15 pm

Lengkap mama keizha, saya masih suka berteriak ke anak kalau marah, habis itu baru nyesel, tidak boleh seperti itu ya bisa diingat anak sampai dewasa nanti

Mama Keizha Admin May 06, 2017 2:48 pm

Waah makasih kunjungannya Bunda Erysha :D

Mama Keizha Admin May 06, 2017 2:54 pm

Saya juga kadang masih suka keceplos mbak Rin :(

CatatanRia May 06, 2017 7:13 pm

noted makasih mba sharingnya penting bgt nih :D, saya gak pernah menakut-nakutin hantu ke anak saya, tapi dia selalu ketakutan sama hantu. Kayaknya efek dari temannya.

Mama Keizha Admin May 06, 2017 8:37 pm

bisa juga karena sering nonton tayangan2 tv mba, ponakanku gitu, suka banget nonton acara misteri tapi abis nonton malah ketakutan hahaha

herva yulyanti May 07, 2017 10:51 am

lengkap bangtt mba emang mb kadang suka ga kekontrol aku klo marah suka blg eh knp ga mau diatur ortu ealah anakku ikut2an niru marah sambil mirip blg gtu ke kucing kami yg ga mau nurut dipeluk dy *duh makanya skrg aku suka hati2 klo marah mending tinggalin dlu nti anakku yg minta maaf hehee

Mama Keizha Admin May 07, 2017 6:54 pm

hahaha pasti lucu pas dia bilang gitu ke kucingnya ya :))

Andi Nugraha May 07, 2017 9:57 pm

Ini tipsnya bermanfaat banget Mba, lengkap banget lagi. Bisa dipelajari sebelum aku jadi orang tua nanti. Kan, mempersiapkan ilmu dulu gak ada salahnya ya, Mba. Nanti kalau sudah punya keluarga barulah bisa di praktekan, tips parenting untuk anak :)

Mama Keizha Admin May 07, 2017 11:12 pm

Alhamdulillah jika bermanfaat, semoga kelak kalo sudah menikah menjadi keluarga yg SaMaWa :)

Tira Soekardi May 08, 2017 2:33 am

makasih tipsnya

Mama Keizha Admin May 08, 2017 10:19 am

sama2 mbak Tira Soekardi :)

(sulis) bunda raka-alya May 10, 2017 10:23 am

Makasih tips nya mba..meski bertahap, semoga aku bisa nerapin. Hi..hi, soalnya masih sering belum bisa jd ortu yang baik. Masih sering ngomel, maksa...
Pelan2..semoga bisa

fanny f nila May 11, 2017 4:34 pm

kadang aku masih susah untuk ga marah2 sambil teriak kalo udh terlalu emosi ke anak :(... kalo disuruh membayangkan aku kecil dulu, susah jg mba.. krn aku didik dr kecil dgn keras sama mama... jd bisa dibilang, aku lbh bnyk takut utk bikin salah saat kecil.. masih keinget jelas kalo kita coret2 dinding, pasti di cubit, tangan disentil... dll .. tp mungkin didikan yg bgitu kalo dulu memang biasa yaa... skr aja udh dianggab kekerasan ke anak...

mengenali bakat anak dan jgn memaksa, aku jg ga mau utk memaksa anakku jd apa yg aku mau... ga mau ngulangin kesalahan ortu yg dulu lagi :).. kalo dulu sih kita adik beradik dipaksa utk memilih apa yg sbnrnya ortu yg mau... aku yg pgn IPS dilarang, adikku dipaksa utk jd dokter dan trnyata skr malah lbh kuat di bisnisnya drpd praktek dokter... what a waste banget lah ;p .. aku ga mau seperti itu... cukup akulah yg ngalamin...

Mama Keizha Admin May 12, 2017 9:55 am

Aaaminn bunda, semoga anak2 kita bisa menjadi anak2 yg pintar, cerdas, sehat serta berbakti pd orangtua, agama dan bangsa.

Mama Keizha Admin May 12, 2017 10:02 am

I feel u mom, ay juga dulu begitu.. sama persis. Mama dulu wanita karir, kalo dapat nilai jelek dimarahin tapi gak pernah ngajarin atau nemenin belajar.. T__T

Aku pengennya jadi dokter, malah nyasar ke teknik.

Adriana Dian May 13, 2017 11:25 pm

Wuah ngena banget nih tipstipsnya, makasi sharingnya ya maaaak

infoana May 14, 2017 12:29 pm

wah, mantap jiwa.. terimakasih banget mbak sudah mau berbagi...

Masirwin May 16, 2017 10:02 pm

Wauuuu Amazing ,, makasih mak Ilmu yang bermanfaat ini,,,, saya bokmark dulu

Puputs May 18, 2017 11:34 pm

Bener banget sie, menurut gw yg paling penting menjaga internet buat anak tuh cocok dah. Soalnya kita gak tau anak diem2 buka apa aja

Nathalia DP May 19, 2017 10:47 am

ga pernah cerita tentang hantu, tp malah tau dr temen2nya huhu...

Ophi Ziadah May 26, 2017 3:00 pm

beraat ya jadi orang tua...tiada hari tanpa belajar...
masih banyak nih catatan yg harus dibenerin hiks....

Ahmad May 27, 2017 10:05 pm

semoga bisa diterapkan ni tipsnya

Adriana Dian June 22, 2017 10:45 pm

Nancep banget nih tips parentingnyaaaa... Makasi tipsnya ya maaaammm

Yulie June 23, 2017 11:28 pm

sama2 mak Dian, maaf baru online lagi huehuhe

Mama Keizha Admin June 23, 2017 11:31 pm

sama2 semoga bermanfaat.. makasih kunjungannya :)

Mama Keizha Admin June 23, 2017 11:32 pm

silahkan mas Irwin :D

Mama Keizha Admin June 23, 2017 11:33 pm

iya betul, setidaknya kita hrs tau dikit biar gak kecolongan

Mama Keizha Admin June 23, 2017 11:35 pm

hahaha iya ya dijaga di rumah, malah tau dari temen2nya :))

Mama Keizha Admin June 23, 2017 11:36 pm

benar mbak Ophi, makin salut sama orangtua kita ya

Mama Keizha Admin June 23, 2017 11:37 pm

Amiiin

Mama Keizha Admin June 23, 2017 11:38 pm

sipppp mak Diaaaaan :))

Sapiah Piah July 13, 2017 1:16 pm

Makasi tips nya

Mama Keizha Admin July 13, 2017 2:52 pm

sama2 mbak :)

Nurul Sufitri July 26, 2017 3:15 pm

Makasih atas pencerahannya mam. Ini bagus banget padat dan jelas buat kita mama2 yang pengen bisa urus anak dengan baik. Salah satunya adalah poin jangan membandingkan anak. Aku mudah2an ga akan begitu ke anak2ku meskipun aku sampai saat ini masih merasa dibanding2kan dg adikku oleh ibu. Ya tapi diikhlaskan aja deh. Namanya jadi orangtua kan ga ada sekolahnya hehehe.

Mama Keizha Admin July 28, 2017 9:32 pm

ternyata susah jadi orang tua ya mbak hehehe.. mungkin dulu orangtua kita juga berkata demikian.
semoga kita bisa jadi orangtua yang baik ya mba.. ammiin.

Lisdha July 29, 2017 10:56 pm

Sejak dulu saya merasa jd ortu itu ga gampang. Makanya pernah ga tertarik jd ortu :D.tapi skrg saya dianugrahi dua bocah lelaki yg bikin saya belajar banyak.masih banyak kesalahan yang saya lakukan.tp jd ortu kan juga proses ya mbak..selalu afirmasi, prosesnya maju ke arah yg lbih baik.

Mama Keizha Admin July 31, 2017 12:12 am

betul, semuanya mempunyai proses... semoga prosesnya terus ke arah yang semakin baik ya mbak Lisdha. Aamiin.

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan, agar saya bisa balas berkunjung. Komentar spam dan mengandung link hidup/mati, akan langsung dihapus. 🔁