Sunday, April 17, 2016

Cara Berhemat Belanja Saat Keuangan Terbatas

14 comments
Cara Berhemat Belanja Saat Keuangan Terbatas

Cara Berhemat Belanja | Ketika keuangan terbatas jelas butuh penghematan. Caranya dengan berhemat belanja dan belanjalah dengan hemat.

Siapa yang tidak suka belanja?
Hampir semua orang suka belanja. Apalagi wanita. Termasuk saya hihihi...

Sungguh, berbelanja itu suatu kegiatan yang amat menyenangkan bukan?
Apalagi saat barang yang diidamkan ternyata sedang diskon, segera harus dibeli, takut keburu hari Senin harga naik.

Belanja itu memang menyenangkan dan bisa menjadi obat stress.
Namun, hobi belanja juga bisa menjadi awal mula dari kondisi stress akut.

Stress pertama, jelas kita harus nyari duit terus sebanyak-banyaknya untuk menyalurkan hobi :))

Stress jenis lain, contohnya teman saya.
Karena kebiasaan ngemol dan berburu belanjaan, saat kondisi ekonominya memburuk dia  gak bisa ngemol. Hasilnya uring-uringan berujung pertengkaran rumah tangga.

Saat ekonomi kita stabil dan lancar-lancar saja mungkin hobi belanja tidak akan membawa masalah.
Tapi jika ekonomi kita sedang terbatas? Apa tetap maksain belanja sebagai hobi?

Karena kehidupan ini dinamis, adakalanya keadaan keuangan tidak seperti biasanya.
Ketika keuangan terbatas jelas butuh penghematan.
Menghemat bukanlah pelit, berhemat juga bukan tindakan yang memalukan dan menjatuhkan harga diri.

Tapi itu pendapat saya loh ya, seorang ibu rumah tangga biasa saja yang hidup sederhana...tentulah berbeda mungkin dengan pendapat para sosialita jet set cetar membahana.


cara hemat belanja


Bagi wanita yang mempunyai penghasilan selain dari suami tentu bisa mencari lagi dengan segala daya upaya.
Tapi bagi wanita ibu rumah tangga full time dan sepenuhnya bergantung pada penghasilan suami tentunya akan sulit.

Lalu bagaimana kita bersikap saat keadaan keuangan kita sedang terbatas?
Salah satunya dengan cara berhemat belanja dan belanjalah dengan hemat.

Bagaimana caranya?

Belilah barang-barang yang benar-benar kita butuhkan. 
Bukan membeli barang-barang yang benar-benar kita inginkan.

Susun daftar kewajiban dan kebutuhan rumah tangga yang benar-benar dibutuhkan.
Dari mulai daftar belanja bahan makanan sehari-hari sampai untuk membayar tagihan utama : listrik air telp dan lainnya. Juga jika ada kewajiban tambahan yang harus dibayar, seperti angsuran kredit rumah, motor, mobil dan lainnya.

Prioritaskan yang mana harus segera dan yang mana masih bisa ditunda karena kebutuhannya tidak begitu mendesak. .


Kurangi kebiasaan jajan keluarga.

Ini kebiasaan yang sering tidak masuk hitungan anggaran rumah tangga, tapi justru disinilah sumber pemborosan.

Tanpa kita sadari biaya perbulan jajanan keluarga mungkin bisa lebih dari jumlah cicilan kredit sebuah sepeda motor perbulan.

Menggantinya dengan jajanan murah pun bukanlah sebuah solusi.
Kesehatan keluarga menjadi taruhannya.
Kita tidak tau bahan dan proses pembuatannya bagaimana hingga bisa dijual dengan harga "murah".

Hanya karena semangkuk es krim yang harganya murah namun resikonya kita bisa terkena penyakit, mulai dari radang tenggorokan hingga muntaber. 
Jelas harus pergi ke dokter dan membeli obat, yang pada akhirnya mengeluarkan biaya yang lebih mahal dari harga makanan yang dinikmati.

Apalagi jaman sekarang ini, banyak penjual jajanan yang nakal mencampur bahan-bahan kimia berbahaya dalam mengolah jajanan yang dijualnya.

Mengingat hal itu, mulailah mengganti kebiasaan jajan dengan kreasi masakan buatan kita sendiri.
Selain terjamin bahan serta kebersihannya, juga agar supaya putra-putri kita semakin terbiasa untuk tidak jajan sembarangan. 


Kreatif dalam menggunakan bahan makanan yang ada dirumah. 

Dalam mengolah menu makanan  atau cemilan untuk keluarga, inovasi atau sedikit modifikasi suatu bahan pada masakan bukanlah hal yang tabu.

Kita tidak akan dituntut hanya karena mengganti daging ayam dengan potongan tahu jika memasak gulai atau mengganti daging sapi dengan telur pada semur.

Mengganti bahan-bahan yang mahal dengan bahan alternatif atau yang sudah tersedia dirumah sangat membantu dalam berhemat.

Tidak usah memaksa belanja bahan sesuai resep apalagi yang mahal jika ada bahan alternatif sebagai pengganti. Yang terpenting olahan serta rasanya tetap menggugah selera.


Membeli barang murah bukan jaminan bisa hemat.

Kadang kita membeli barang yang murah untuk berhemat.
Namun sebaiknya belilah barang yang berkualitas sesuai dengan anggaran kita.

Jangan tergoda barang murah namun kualitasnya masih remang-remang.

Kemungkinan barang tersebut cepat rusak pastilah tinggi.

Lebih baik membeli yang kualitasnya lumayan walau harganya sedikit lebih mahal namun tidak cepat rusak atau tahan lama.

Karena untuk kedepannya kita tidak akan direpotkan dengan biaya memperbaiki kerusakan atau malah lebih parah jika rusak dan harus membeli lagi.


Buatlah daftar belanjaan sesuai kebutuhan dan tetapkan pendirian.

Sebelum pergi berbelanja, buatlah daftar belanjaan kebutuhan yang akan dibeli.

Bawalah uang secukupnya saja untuk keperluan belanja sesuai daftar tersebut.

Carilah barang yang dibutuhkan terlebih dahulu.

Setelah semuanya lengkap didapat, segeralah pulang.

Ini untuk menghindari godaan membeli barang lain yang tidak ada dalam daftar kebutuhan. Karena yang sering terjadi, kita malah tergoda membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan.


Jangan terlalu sering melihat iklan di media.

Hindari membaca review sebuah produk saat blog walking.
Hindari atau kurangi melihat iklan baik di internet, televisi, koran, katalog atau lainnya.
Hal ini untuk menghindari "nafsu untuk memiliki" .

Carilah informasi terlebih dahulu pada saudara, teman atau pun siapa saja yang mengerti tentang barang yang ingin dibeli. Agar kita tidak tertipu penjual nakal yang memanfaatkan ketidak tahuan dan ketidak fahaman kita terhadap barang tersebut.
Misalnya ingin membeli sebuah produk laptop, harga tentu berdasarkan merk, spesifikasi dan fiturnya. Jangan tertipu harga mahal, tampilan bagus, tapi miskin kualitas dan fitur.

Jika ingin mencari informasi berdasarkan review di Internet. Carilah review yang independent, terpercaya, fair dan bukan pesan sponsor.


Katakan TIDAK pada tawaran membeli barang lainnya.

Ini sering terjadi jika saya membeli produk melalui teman yang agen produk kecantikan :)) 

Saya mesennya cuma lipstik doang, ternyata stoknya habis.
Bukannya cukup ngabarin via telp atau sms bahwa pesanan saya stoknya habis, doi malah datang dengan barang dagangan yang seabrek.
Mulai dari eye shadow, parfum sampai cat kuku -__-

Bobol deh dompet ...  >__<"

Harus berani katakan tidak pada diri sendiri.

Percayalah, selera tinggi ditambah kemampuan rendah adalah kombinasi yang paling 'mematikan' bagi ketenangan hidup. :))

Jangan jadi anggota BPJS ... Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita.

Bakal runyam mak :))

Jadi belajarlah berhemat mulai dari sekarang agar esok kita masih bisa tersenyum.
Iye tak?
Yulie
Yulie

Bukan blogger tulen apalagi penulis beken. Hanya seorang Ibu Rumah Tangga yang mencoba berbagi tulisan melalui blog ini. Civil Engineer yang hobi masak, membaca dan coding.

14 comments

Dewi Ratih Purnama April 19, 2016 12:25 pm

Stuju ni klo beli barang, mahal sedikit, tp inget jangka pemakaiannya bisa lebih lama ya mba

Ophi Ziadah April 19, 2016 12:56 pm

tipsnya keren2 mam..bener banget tuuh...
dicatet n harus dipraktikin

Yulie Admin April 19, 2016 3:32 pm

iya bener mbak, tobat aku beli yg murah... niatnya mau hemat malah keluar biaya dobel

Yulie Admin April 19, 2016 3:36 pm

tapi praktekinnya ini yg sulit banget maaak .__.

fanny fristhika nila April 24, 2016 4:46 am

setuju bangeeet ama semua tipsnya ;).. Skr ini aku juga sdg memprioritaskan utk melunasi hutang CC mbak.. Udah aku gunting semua, dan nomor ccv nya di blakang sengaja aku potong, jd bener2 ga bisa dipake utk ngapa2in lagi, selain cuma lunasin, trs ntr tutup :D.. ini salah satu cara utk mengurangi napsu belanja soalnya..

Nella (Emaknya Benjamin) April 26, 2016 2:39 pm

Benar banget mama Keizha :D . Klo saya sih bikin catatan pengeluaran pribadi, jadi tiap kali mau belanja lihat dulu sdh brp total jajan online saya.. Gileee banyak banget jajan aneka bibit/tanaman haha. Klo bikin catatn sendiri jd bisa agak nahan diri nih, klo gak ada catatan terus aja belanja online.

Yulie Admin April 26, 2016 7:27 pm

itu hobi jajan yang menghasilkan maaaak, bisa jadi duit lagi -__- koleksinya mak Benjamin bikin ngiler daku <3 andai bibitnya bisa dikirim via email :))

Yulie Admin April 26, 2016 7:29 pm

jangan semua dong... sisain dikit aja :)) , btw kapan ke Bangkok lagi mak?

Nur Susianti April 29, 2016 4:35 am

Setuju sekali dengan tipsnya, biasanya jajan bersama keluarga itu yang bikin boros ya :)

Yulie Admin April 29, 2016 5:38 pm

iya mbak, kita jarang masukin itu ke dalam budget

Adriana Dian April 30, 2016 7:14 pm

Iyaaa, kadang kalo dipikir, biaya jajan jajan dan jalan-jalan tuh gede juga yaaa. Huhuhu. Mungkin solusi bisa cari tempat jalan yang hemat semacam ke taman-taman, museum atau perpustakaan yaaa. Tapi aku sih tetap lebih favorit ngemol. Weheheheheee. Makasi tipsnya ya Maaak, nyentil banget niiihhh :')

Ema April 16, 2017 3:51 am

Wkwkwk BPJS : Budget Pas"an Jiwa Sosialita

Mama Keizha April 16, 2017 6:29 am

Loh mak, aku udah reply komen ini... Kok hilang ya >_<

Mama Keizha April 16, 2017 6:30 am

Iya jangan dipaksa hehehe

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan, agar saya bisa balas berkunjung. Komentar spam dan mengandung link hidup/mati, akan langsung dihapus. 🔁